Masih Bingung, Inilah Perbedaan Motif Batik Gaya Solo dan Yogyakarta

Sahabat Hartono Mall Solo pasti sudah tahu bahwa kota Solo dan Yogyakarta adalah pusat produksi batik paling terkenal di Indonesia. Tapi ketika ditanya perbedaan motif diantara kedua daerah tersebut, pasti sebagian besar tidak mampu menjawabnya. Tapi jangan bingung, setelah membaca penjelasan berikut ini pasti dapat memahami semua perbedaan tersebut.

Antara mutu dan keindahan

Perbedaan pertama antara motif batik gaya Solo dan Yogyakarta adalah terletak pada nilai mutu dan keindahannya. Pada umumnya, batik Yogyakarta lebih mengutamakan nilai-nilai adiluhung beserta kualitas atau mutu. Sedangkan batik dari Solo, biasanya lebih mengedepankan nilai keindahan yang sering disebut dengan istilah edipeni.

Nuansa yang dihasilkan

Jika mau memperhatikan secara lebih seksama, sahabat Hartono Mall Solo pasti dapat tahu bahwa corak batik Yogyakarta itu selalu memiliki pola-pola dengan ukuran yang cukup besar. Kemudian untuk garis-garisnya, terlihat sangat tegas. Beda dengan batik Solo yang selalu menggunakan garis-garis kecil dan halus, terlihat lebih fleksibel.

Perbedaan inilah yang membuat pemakai busana batik gaya Yogyakarta terlihat lebih berwibawa. Apalagi jika penggunanya adalah pria, kesan yang muncul adalah sangat gagah. Tapi untuk batik Solo, pada umumnya bersifat kalem dan apabila penggunanya wanita, tampilannya mampu memunculkan kesan cantik dan anggun.

Pemilihan warna

Sahabat Hartono Mall Solo, meski sama-sama menggunakan warna dominan coklat dan merah, antara batik Solo dan Yogyakarta juga memiliki perbedaan. Di dunia batik kedua jenis warna ini sering disebut dengan sogan. Istilah ini berasal dari kata soga yang merupakan nama pohon dan kulitnya dipakai sebagai pewarna alami kain batik.

Meski hanya samar saja, namun apabila dapat mengamatinya dengan jeli maka akan terlihat bahwa corak batik Yogyakarta mempunyai warna lebih coklat dibanding batik Solo. Meski juga terlihat cokelat, batik Solo agak cenderung masuk warna kuning.

Motif utama dan motif tambahan

Batik Solo dan Yogyakarta yang sahabat Hartono Mall Solo sering kenakan biasanya memiliki motif utama yang disebut lung-lungan. Bentuknya berupa gambar tumbuhan yang menjalar. Sedangkan motif tambahannya dinamakan isen-isen, berfungsi sebagai hiasan dan pemanis motif utama.

Untuk batik Solo, pada umumnya sering memakai lung-lungan dengan tampilan yang melengkung dan bercabang tapi tidak disertai dengan daun. Sedangkan isen-isen-nya, mirip titik-titik kecil dan dinamakan cecek dengan jumlah lebih banyak. Sementara itu batik Yogyakarta sebetulnya juga menggunakan cecek, namun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Tampilan motif

Perbedaan terakhir antara batik Solo dan Yogyakarta bisa dilihat dari motifnya. Salah satu contohnya yaitu motif parang yang sangat terkenal. Motif parang dari Solo selalu menggunakan arah dari kiri atas menuju kanan bawah. Sedangkan parang Yogyakarta, yang terjadi justru sebaliknya.

Selain itu jika memakai motif lingkaran, sahabat Hartono Mall Solo akan mengetahui bahwa batik Yogyakarta sering berbentuk memanjang dan lonjong. Tapi untuk batik Solo, bentuknya cenderung bulat atau bundar.



LEAVE A COMMENT