MAKNA PERNAK PERNIK NATAL BUKAN SEKEDAR HIASAN BIASA

Kemeriahan Natal, tidak akan jauh-jauh dengan pohon natal dan segala pernak-perniknya. Pernak-pernik pohon natal yang lucu, ternyata bukan sekedar hiasan loh! Semua pernak-pernik itu memiliki makna. Makna dari pernak-pernik natal tersebut antara lain seperti dibawah ini :

Bintang dan Tiga Raja.   

Lambang Ketaatan dan Kerendahan Hati. Dikisahkan, berita kelahiran Yesus saat itu terdengar sampai ke telinga Tiga Raja dari Timur. Mereka kemudian mengikuti sebuah bintang di langit sebagai penunjuk jalan, dan karena ketaatan mereka mengikuti arah yang ditunjukkan, ketiga raja itu sampai ke kandang tempat Yesus dilahirkan. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur kepada Yesus sebagai simbol kerendahan hati mereka. Apa yang dilakukan oleh Tiga Raja ini memberi teladan bagi umat manusia agar senantiasa memiliki semangat ketaatan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan dan sesama.

Krans Dedaunan.

Lambang Harapan, Suka Cita, Dan Casi. Dedaunan yang dirangkai melingkar ini biasa disebut rangkain adven. Rangkain ini menggambarkan perjalanan umat Kristiani, khususnya Katholik, dalam masa penantian akan kedatangan Tuhan di hari Natal. Adven, berasal dari kata latin adventus yang artinya “kedatangan”, adalah masa atau periode sebelum Natal yang dimulai pada minggu ke-4 sebelum Natal dan berakhir pada malam Natal.

Lonceng. 
Lambang kegembiraan dan kemeriahan Natal. Ketika lonceng-lonceng ini dibunyikan, maka kumandangnya menyemarakan seluruh bumi. Alkisah, ketika bayi Yesus lahir lonceng-lonceng dibunyikan untuk mengabarkan dan mengundang setiap orang untuk datang menikmati kegembiraan bersama. Tak hanya di hari Natal, saat ini pun lonceng dibunyikan di gereja-gereja pada jam-jam tertentu sebagai tanda dimulainya misa atau perjamuan ekaristi.

Cemara Pohon Natal.

Lambang Kesetiaan Iman. Kesemarakan Natal menjadi lebih meriah dengan hadirnya pohon ini. Jerman, adalah negara yang disebut-sebut pencipta tradisi ini. Adalah Santo Bonifasius penyebar agama Kristen di Jerman. Dia murka ketika di tengah lawatannya berjumpa dengan sekelompok orang yang sedang memuja pohon oak. Maka, pohon oak pun ditebangnya. Keajaiban terjadi, dari akar pohon yang telah tumbang itu tumbuh tunas cemara. Kejadian ini dipercaya sebagai tanda akan kesetiaan orang Kristiani akan imannya. Dan sejak kejadian itu, di abad ke-15 mulailah pohon cemara dipakai sebagai hiasan Natal di Jerman. Cerita ini adalah salah satu kisah di antara banyak kisah lain yang menjadi awal tradisi pohon cemara sebagai hiasan Natal. Trend pohon cemara sebagai hiasan Natal selalu berubah setiap tahunnya. Dijiwai semangat & harapan yang sama, yaitu makin kokohnya kesetiaan umat beriman Kristiani akan imannya, pohon cemara hadir dalam berbagai rupa.

Santa Klaus dan Kaus Kaki.

Lambang Kebaikan Tuhan dan Rezeki. Santa Klaus mengisahkan seorang bernama Nicholaus yang begitu murah hati membantu orang lain. Apa yang dilakukan Nicholaus diterjemahkan dalam tradisi Natal yang dilakukan orang pada saat ini. Pada malam Natal, kaus kaki digantungkan di pohon terang atau di pintu-pintu. Keesokan harinya ketika Natal tiba, kaus-kaus sudah berisi hadiah yang dibawa oleh “Santa Klaus” yang diperuntukkan bagi anak-anak yang hidupnya baik dan taat pada Tuhan. Hiasan ini menimbulkan semangat bagi seluruh umat agar memelihara kehidupan baik di dunia agar dapat ikut serta menikmati kegembiraan saat Natal tiba.

Dari urain diatas kamu sekarang jadi lebih tau kan bahwa pernak-pernik Natal itu bukan hanya sebagai hiasan saja, namun semuanya penuh dengan makna dan tujuan tersendiri.



LEAVE A COMMENT