JAGA KELESTARIAN BUDAYA LEWAT AJANG KOMPETISI TARI TRADISIONAL

Mindset untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia memang perlu ditanamkan kepada generasi muda sejak dini. Salah satu budaya yang ada di Indonesia adalah tari tradisional nusantara. Dan cara untuk melestarikan budaya tari tradisional tersebut adalah mengajarkan kepada anak-anak. Banyaknya anak-anak yang mencintai budaya mereka dibuktikan dengan adanya kompetisi Tari Tradisional Anak.

Kompetisi ini digelar pada hari Sabtu, 10 Februari 2018 di Atrium Hartono Mall Solo. Ifony Enterprise selaku pihak yang menyelenggarakan acara, menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini, diharapkan anak-anak dapat melestarikan budaya negara Indonesia. Selain itu, dengan acara ini pula, bakat anak-anak juga berkembang serta mengasah kepercayaan diri dari anak-anak tersebut.

Antusias anak-anak yang mengikuti kompetisi tari tradisional cukup besar. Sejumlah 90 peserta yang dibagi ke dalam 28 grup mengikuti kompetisi ini. Peserta anak-anak ini berusia 5-10 tahun dan berasal dari Solo dan sekitarnya. Berbagai tari tradisional dari seluruh nusantara ditampilkan. Seperti Tari Jaipong, Tari Merak, Tari Bali, Tari Lilin, Tari Remo, dan sebagainya.

Selain itu, kompetisi ini akan memperebutkan Juara Umum, Juara Harapan, 6 penghargaan untuk penari berbakat, dan 1 sanggar terbaik yang mengirimkan peserta terbanyak. Dan sanggar yang mengirim peserta terbanyak pada hari itu jatuh kepada sanggar KSS Solo.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this pageEmail this to someonePin on Pinterest


LEAVE A COMMENT